Just a Joke

Mengeras Seperti Batu


Dua orang anak laki-laki yang sedang mencapai masa pubertas, yaitu Anto dan Badu sedang bermain di pinggir sungai. Tiba-tiba Badu masuk ke dalam semak yang kebetulan ada di dekat situ. Anto menunggu sambil keheranan, tapi setelah menunggu beberapa lama Badu tidak keluar-keluar. Anto pingin tahu lalu ia pun masuk dalam semak tersebut.


Dari dalam semak itu, Anto dan Badu menginting seorang cewek yang sedang mandi. Tiba-tiba lagi Anto keluar dari semak dan berlari pulang. Badu kaget lalu tanpa pikir panjang mengikuti Anto. Sampai di rumah Badu bertanya kepada Anto.


Badu : "Kenapa tadi kamu lari?"


Anto : "Ibuku bilang kalau aku melihat cewek telanjang, nanti tubuhku akan berubah jadi batu. Tadi aku sudah merasakan ada bagian tubuh yang mulai mengeras. Makanya aku cepat-cepat pergi dari situ!"


Badu : "Ooooh begitu." sambil mengangguk mengerti

Baru 1 Tahun


Ada seorang gadis cantik, dia sedang dalam perjalanan menuju ke kantor, di angkutan umum dia bertemu seorang ibu muda yang tidak kalah cantik dengannya. Iseng si gadis pun bertanya:


Gadis : "Bu, apakah ibu sudah berkeluarga?"
Ibu : "Sudah."
Gadis : "Sudah punya anak?"
Ibu : "Oh ya, Anak laki-laki."
Gadis : "Wow cowok. Apakah ia merokok?"
Ibu : "Tidak dong..."
Gadis : "Apakah ia minum minuman keras?"
Ibu : "Setetes pun tidak."
Gadis : "Suka main cewe ga?"
Ibu : "Jangan sampe..."


Si gadis pun tertarik, tipe dia banget tuh cowok.


Gadis : "Ah, jarang sekali ada cowo seperti itu di jaman sekarang, ngomong-ngomng usia anak ibu berapa?"


Ibu : "Oooo, kemaren dia baru merayakan ulang tahunnya yang pertama..."


Gadis : "???!!!"

Giliran Semua


Nyonya Besar curiga sama tarmijah/inem pembantunya ada main sama si Tuan Besar. Karena setiap kali Tuan Besar bilang mau pergi bisnis ke luar kota, malamnya si Nyonya merasa ada seseorang di kamar si Inem. Suatu hari pada saat Tuan Besar bilang mau keluar kota, malamnya si Nyonya ngomong ke si Inem,


“Nem, malam ini ibu mau tidur di kamar kamu, kamu boleh tidur di sofa.”.


Si Inem merajuk, “Wah, kenapa bu? Nggak mau ah!”.


“Jangan banyak tanya, nanti tak pecat!”.


Si Inem terpaksa menurut. Malamnya sewaktu si Nyonya sedang tidur di kamar pembantu yang gelap, pintu kamar tiba-tiba terbuka, seorang laki-laki masuk. Si Nyonya berpikir, “Rasain lu, suami mata keranjang, dia enggak tahu si Inem nggak tidur disini, gue mo tahu cara dia main gila ama Inem!!!”.


Selanjutnya yang si Nyonya rasakan adalah kenikmatan yang luar biasa, sehingga saking nikmatnya si Nyonya enggak mau maklumatkan perang malam itu. Cuma si Nyonya merasa senang campur heran karena si Tuan Besar malam itu serasa lebih dari biasanya.


Besok malamnya si Nyonya bilang sama si Inem dia mau tidur lagi di kamar pembantu, si Inem nggak bisa buat apa2.
Malam itu si Nyonya merasakan lagi kenikmatan bak di surga dan dia merasa kali ini bukan hanya benar2 puas.


Besoknya begitu lagi, tetapi kali ini si Nyonya benar2 hampir kepayahanan karena si Tuan Besar lebih perkasa dari 2 malam sebelumnya, benar2 luar biasa. Si Nyonya benar-benar puas habis2an. Besok malamnya si Nyonya bilang mau tidur lagi di kamar si Inem, tetapi kali ini si Inem benar2 ngebantah, dia bilang,


“Nyonya, maapin Inem, kali ini Inem benar-benar enggak terima!”. si Nyonya marah, katanya, “Enak aja, elu main sama laki gue, harusnya gue yang enggak terima!”. Si Inem kaget, lalu ngejawab,


“Nyonya salah sangka, malam pertama waktu nyonya tidur di kamar Inem, yang masuk itu si Dedi, jongos Nyonya yang cakep itu, malam kedua itu giliran si Joko, tukang kebun Nyonya yang kekar dan kece itu, dan kemarin malem itu kan si Jahal, supir tuan besar yang kekar dan kece itu, dan kemarin malem itu kan si komar, supir tuan besar yang keren dan macho itu. Nah malam ini Inem nggak mau digantiin lagi sama nyonya,lagian bisa gawat nyonya, Bahaya, bisa kualat!!!…”.


Si Nyonya hampir pingsan bertanya, “Emang malam ini giliran siapaaaa?”.


“Giliran Steve, anak Nyonya!”****

Kependekan Sumbu


Sepasang suami istri yang baru saja menikah bersiap untuk tidur bersama. Si suami melepaskan kemejanya, menonjolkan bisepnya dan menyombong,


"Sayang, tiap lengan ini menyimpan kekuatan setara dengan dua ratus kilogram dinamit."


Si istri sangat terkesan melihatnya. Suaminya lalu melepaskan celananya, mempertontonkan kakinya yang berotot dan berkata, "Tiap kaki menyimpan kekuatan setara dengan lima ratus kilo dinamit."


Ketika si suami melepaskan celana dalamnya, si istri memandangnya dengan wajah ngeri.


"Ada apa?" tanya si suami.


"Saya harus keluar ruangan," kata si istri. "Dinamit sebanyak itu dengan 'sumbu' yang pendek begitu, ruangan ini pasti akan segera meledak!"

Barang Turun


Pada suatu malam, seorang Ismet sang suami tampak benar-benar ingin menjalankan tugas rutinnya.


Tiba-tiba, Ambar isterinya mengeluh : "Sekarang, barang-barang pada naik. Tetapi sulit mendapatkannya, karena tidak punya uang banyak. Alangkah gembiranya jika ada barang yang turun!"


"Sudahlah, jangan terlalu di pikirkan. Sekarang sudah ada barang yang turun, kok!" ujar Ismet sang suami yang hasratnya tiba-tiba langsung hilang.

Salah Lubang


Ada seorang wanita cantik namanya Sisca, ia pergi ke sebuah klinik. Sesampainya disana sang Dokter tampan itu menyuruhnya berbaring untuk di periksa di lubang telinganya.
Tiba-tiba lampu mati.
Dokter : "Nona, tolong tuntun telunjuk saya ke lubang telinga Anda."
Sisca : "Baik, Dok!"
Tak lama kemudian Dokter itu berkata : "Nona, seingat saya lubang telinga Anda tidak sebesar ini."
Sisca : "Benar, Dok! Tapi seingat saya telunjuk Dokterpun tidak sebesar ini..."

Nunggu Giliran


Di kampus Willy mengadu pada sahabatnya Hendry,


"Ketika aku pulang ke rumah, kudapatkan abangku sedang bercumbu dengan pacarku si Nita!" keluh keluh Willy pada temannya.


"Wah, tega amat abangmu. Jadi apa yang kau perbuat setelah melihat kejadian itu?" kata Hendry temannya.


"Ya, terpaksa aku ngintip, sambil menunggu giliran!" jawab Willy

Salah Sanggu


Pada Suatu Malam Gue Dan Kawan-kawan sedang kumpul-kumpul Becanda-becanda di depan rumah gue, Waktu Itu Ada Sekitar 7 Orang.


Ada Salah Satu Temen gue Sebut Aja Dito. Kalo Soal Cewek Dia Paling Hatam. Ngga di jalan, di mall, di manapun kalau ada cewek cakep di godain sama dia.


Nah waktu Lagi asik-asiknya ngumpul tiba-tiba ada cewek cantik lewat depan teras rumah gue. Terus Temen-temen gue yang tadinya becanda, pada diem liat si Dito nyamperin Cewek itu dan bilang "Alo Cantiiiq, Humz Kamyu Dimanah?. Boleh AA Anterin ga?" Dengan nada agak di manja-manjain


Hening.....(Kriik Kriik Kriik)


Lalu cewek itu jalan sebentar Kira-kira 10-15 langkah dari depan rumah gue. Langsung buka pintu rumahnya dan bilang "Mas mana katanya mau nganterin? nih adek saya tolong anterin ke wartel mas?" Sambil pegang keala adeknya.


Hehehe dia langsung merah mukanya menahan malu sambil di ketawain sama temen-temen gue yang lain.


Gue: "Hehe, bodoh, itu sodara gue chuy..."

Tidur Setengah Mati


1. Tidur dengan wanita cantik : Bangga setengah mati
2. Tidur dengan PSK : Mahal setengah mati
3. Tidur dengan wanita jelek : Stress setengah mati
4. Tidur dengan wanita hyper : Capek setengah mati
5. Tidur dengan pacar : Nafsu setengah mati
6. Tidur dengan istri : Mending pura- pura mati
7. Tidur dengan istri orang : Nafsu nggak mati- mati (yakin deh...)
8. Tidur dengan istri tentara : Sudah pasti mati

Rambutnya Harum Sekali


Pada suatu pagi Cindy seorang sekretaris Boss ketemu di Lift yang penuh sesak, dengan Kristian teman satu kuliah yang baru saja kerja di kantor yang letaknya satu lantai dengan Cindy.


Cindy : "Hai Kris met pagi..."


Kristian : "Met pagi juga..." (Sambil melihat Cindy yang tepat berdiri di depannya).


Setelah keluar dari Lift. Kristian menghampiri Cindy sambil berbisik: "Cindy Rambut Kamu Harum sekali."


sambil berlalu Cindy cuma cengar-cengir. Setelah masuk kantor Cindy sudah melihat Boss ada di ruangannya.


Cindy : "Pagi Pak..."


Boss : "Pagi, kenapa kamu kok senyum-senyum?"


Cindy menghampiri Si Boss sambil ngomong : "Tadi saya barusan ketemu dengan Kris dan dia bilang rambut saya harumm sekali."


Boss (belum kenal dengan Kristian) : "Lho begitu saja kok kamu kegirangan banget," sambil melongngo tidak mengerti.


Cindy mendekati Boss sambil berbisik dekat telinga : "Boss, Kris itu Cebol dan tingginya sepinggang saya."